BAGAIMANA ALUR PRODUKSI PAKAIAN DI INDUSTRI?

BAGAIMANA ALUR PRODUKSI PAKAIAN DI INDUSTRI?

PENGERTIAN PROSES PRODUKSI PAKAIAN

Proses produksi pakaian adalah sebuah usaha untuk menciptakan sebuah pakaian baru yang telah direncanakan menggunakan beberapa bahan baku.

ALUR PRODUKSI PAKAIAN

Sebelum pakaian siap untuk dikenakan oleh manusia, pakaian mengalami banyak proses serta tahapan untuk menjadi sebuah pakaian siap pakai. Semua langkah akan dikawal dengan baik oleh sebuah para pekerja agar kualitasnya terjaga. Setiap langkah memerlukan peralatan masing-masing. Pada umumnya pada sebuah pabrik pakaian akan menempatkan satu orang untuk satu proses produksi. Untuk menjamin kualitas pada suatu pakaian harus dilakukakan alur tahapan produksi yang tepat. Agar semua komposisi dapat terpadukan dengan tepat.

Berikut alur produksi pakaian:

  • Pattern maker

Tugas utamanya membuat serta menggandakan pola, selain itu juga menyusun panel dalam maker untuk memaksimalkan efisiensi pengguna fabrics. Ketika orderan pakaian datang bagian ini akan menerima detail order dan mini marker dari buyer. Mini maker kemudian akan melewati proses editing menggunakan mesin gerber garment technologi (GGT) agar mendapatkan efisiensi yang lebih baik. Ketika efisiensi optimal maka konsumsi material juga akan opimal selama masih dalam batas toleransi yang biasanya berkisar antara 75-80%. Apabila buyer tidak menyediakan marker, maka mesin gerber akan membuat marker sendiri menurut spesifikasi buyer. Mini marker akan dicetak diatas kertas A4 kemudian dikirimkan kebagian cutting. Pihak cuttingkan menyusun cutting list, material consumption, spreding report, serta material report. Setelah pimpinan cutting menyetujui mini marker dan memberikan material consumption dari cutting, pola dicetak marker dengan ukuran actual mesin GG.

  • Ruangan sample

Tugas bagian ini membuat sample produk pakaian sebelum masuk ketahap produksi. Bagian ini bersifat independent, karena tidak melibatkan bagian lain dalam pembuatan sample. Setelah mendapatkan sample dari buyer, tugas bagian ini membuat sample menggunakan fabrics yang memiliki karekteristik merip dengan bahan aslinya. Sample ini dinamai dengan counter sample yang nantinya akan di diskusikan lebih lanjut dengan buyer. Jika buyer menyetujuinya kemudian akan dibuat pre production sample (PPS) menggunakan fabrics sesuai spesifikasi buyer. PPS akan di distribusikan kepada marketing, representative buyer atau buying agent.

  • Cutting

Merupakan bagian pertama dalam proses produksi pakaian yang memiliki tugas memotong material. Meliputi fabrics, lining, serta interlining yang akan dijadikan panel siap untuk dilakukan penjahitan. Teknik pemotongan pada setiap fabrics dilakukan berbeda tergantung pada karateristiknya. Sehingga dibutuhkan skill operator yang baik serta memiliki keahlian diatas standart. Dalam melakukan bagian ini akan bekerjasama dengan planning, sample room serta pattern maker.

  • Sewing

Adalah bagian produksi setelah cutting. Tugasnya melakuakn proses menggabuangkan setiap panel menjadi sebuah produk pakaian yang sesuai dengan spesifikasi. Pada tahapan ini merupakan proses utama dari keseluruhan proses pembuatan pakaian. Sewing dilakukan oleh banyak karyawan yang memiliki tugasnya masing-masing. Misalnya bagian menjahit lengan, bagian menjahit kerah, bagian menjahit badan.

  • Finishing

Adalah bagian terahir pada urutan produksi pakaian. Tugas utama proses ini adalah memastikan setiap produk memiliki keadaan yang baik serta sempurna. Baik dari segi mutu, penampilan, dan kesesuaian spesifikasi buyer. Biasanya tahan ini akan mengerjakan brand label, button hole process, attach button, trimming, dan ironing.

  • Quality control

Memilik fungsi sebagai penjamin mutu barang sebelum dikirim packing. Tugasnya antara lain melakukan inspeksi bahan baku, pemeriksaan produktios pilot dan produk massal. QUC terbagi menjadi beberapa sub bagian diantaranya:

  • QC in line adalah personel QC yang berada disetiap line dan akan melakukan penegecekan pada setiap proses operasi sewing.
  • QC end line adalah QC yang berada pada ujung sewing line dan memeriksa semua bagian seetiap produk pakaian yang telah jadi. Apabila terdapat kecacatan pada sebuah produk, misalnya jahitan yang melenceng makan akan dikembalikan kepada seweing line untuk diperbaiki.
  • Packing

Bagian ini memiliki tugas untuk mempacking semua produk pakaian dengan rapi. Setiap pakaian di kelompokan menurut model serta jenisnya masing-masing. Setelah itu baru di pack dalam kardus dan siap untuk dikirim ke pelanggan.

Inilah alur proses produksi pakaian di industri. Setiap langkahnya memiliki peran serta kerumitan masing-masing. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk membuat pakaian yang berkualitas.

Sekarang bagi kalian yang sedang mencari tempat produksi pakaian yang berkualitas serta memberikan harga yang terjangkau. Kami akan memberikan jalan keluar bagi kalian semua. Baik yang sedang mencari produksi pakaian murah, pakaian bersablon, pakaian promrosi, maupun pakian seragam untuk kerja atau komunitas. AMANAH GARMENT satu tempat yang bisa mewujudkan semua keinginan anda untuk membuat pakaian apa saja. Kalian bisa mengunjungi websitenya di amanahgarment.co.id. Kalian bisa memesan semua kebutuhan pakaian anda disana. Selaian harga yang terjangkau, kualitaspun tinggi.